Sabtu, 07 Mei 2011

Kepribadian Muslim (Syaksiyyah Islamiyah)

Al-Qur’an dan sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah SAW yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki Al-Qur’an dan sunnah adalah pribadi yang saleh. Pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah SWT.
Persepsi (gambaran) masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah. Padahal itu hanyalah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga dapat menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim. Bila disederhanakan, setidaknya ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.

1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih) Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.

2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar) Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh) Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS. 68:4).

4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani) Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)

5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir) Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS 2:219)
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.
Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS 39:9)

6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu) Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)
7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu) Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.
Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan) Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.

9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri) Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.

10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain) Nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.
keprobadian MuslimahIni berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).

Kamis, 05 Mei 2011

Hanya Cinta-Mu Yang Ku Percaya... ^_^



Suatu ketika... Aku dihadapkan dengan sebuah perasaan yang sebetulnya adalah fitrah. Hem, ku hela nafas panjang dan tertunduk malu. "FITRAH?" kata itu terniang lama dibenakku hingga ku menangis dalam hening. Bukankah sebuah fitrah itu seharusnya tak kita nodai?bukankah sebuah fitrah itu harus kita jaga?bukankah fitrah itu begitu agung? kembali ku tertunduk dalam. menerawang dimensi ruang-ruang yang dapat memberi aku ketenangan dan keyakinan untuk bangkit. aku terasa lemah dengan serangan fitrah ini... aku begitu tak kuasa menahannya... tapi apa dayaku? aku tak mampu berbuat banyak bahkan menghalalkannya? tangisku semakin meledak dan didalam hati terus bergejolak... tiga tahun lamanya rasa ini bergejolak dihati dan menggerogoti diri ini, sudah ku coba untuk menepis semuanya dan ingin aku bunuh tetapi tetap aku tak bisa... Aku terasa semakin berharap dan terbawa ke dimensi hayalan tingkat tinggiku... begitu yakin aku berharap dia lah yang slama ini ku cari... dia lah yang mampu menjadi nakhoda bahteraku... dia lah imam dunia akhirat yang kucari... terus melambung aku terbawa dikhayalan tingkat tinggiku. hingga aku terjatuh dengan kenyataan yang begitu pahit dan memilukan hati...
Aku terasa berada dipuncak pemendaman perasaan ini... aku terasa gila dengan perasaan ini... semua terasa tak dapat terbendung... Aku gelisah dan tak mau belajar... Aku meminta obat ke semua orang yang ku percaya Murobbiyah, sahabat Liqo dan sahabat-sahabatku tercinta (ukhti-ukhti yang sholehah). tetapi semua obat dari semua yang ku minta tak mujarab... Syetan begitu dasyat merasuki hati dan ragaku... aku semakin terbuay dalam khayalan ini... aku terasa uring-uringan dan gersang jauh dari mangingat Allah SWT.... aku berharap ingin mencuci otakku dari memori tentangnya... Aku semakin terasa tertekan dan tak kuasa mengandalikan, hingga aku terasa tak dapat mengendalikan ucapan yang sebetulnya belum pantas dan tak halal aku ucapkan... Aku tak meminta untuk pacaran tetapi aku meminta ingin menghalalkan... tetapi ku sadar memang dia belum siap. Dia hanya diam dalam kebisuan dan ketidak pastian tak ada sepatah kata pun yang terucap, tak ada tanggapan apa pun... yang dia ucapkan "Teteh, Mendekat kembali kepada Allah" dan beberapa hari dia memutuskan semua jaringan yang dapat memungkinkan kita ada komunikasi... Ku coba pertanyakan alasannya? tetap tak ada jawaban...
Sungguh aku putus asa dan kecewa... aku sempat tak percaya lagi dengan semua ikhwan... aku terpukul dengan sikafku... terasa ku tak berharga sebagai seorang akhwat... aku terasa hina... hijab yang selama ini ku jaga... terasa tersingkap dan syetan pasti menertawakanku dengan puas... aku malu dan putus asa berada dijalan dakwah ini... amalan yaumiahku turun derastis... binaanku terasa fakum... aku begitu futur... rasanya impian untuk menyempurnakan setengah dien ini sudah tiada, aku fikir semuanya sama. Tetapi... meski seremuk apa pun hati ini, ku coba tutupi dari orang yang paling ku cinta "Ibu" aku yakinkan pada beliau bahwa ku tak ada apa-apa bahwa aku baik-baik saja karena ku tak ingin beliau sedih, tetapi begitu tajam firasat seorang ibu, ketika beliau menatapku terasa ku tak bisa menyembunyikan semuanya... akhirnya, tangisku meleleh dipangkuannya dan ku ceritakan semuanya, dengan belaian lembut dan penuh kasih sayangnya... beliau menyemangati dan meyakinkanku kembali bahwa kelak akan ada yang lebih baik dari dia... sabarlah anakku sayang... jangan berputus asa... kembalikan semuanya kepada Allah SWT.
Perlahan ku temukan arti hidup kembali, hembusan semangat mulai ku tata kembali tetapi rasa malu, kebodohan atas ucapanku masih melekat dalam ingatanku... betapa memalukannya sosok akhwat sepertiku...aku merasa berada dijurang terdalam... aku merasa begitu hina. Tetapi Demi Allah aku benar-benar bukan ingin bermaksiat, aku ingin menghalalkan fitrah itu dalam mahligai pernikahan. Kumulai menata puing-puing hati yang terasa telah hancur berkeping-keping. Sesungguhnya ku baru merasakan arti cinta yang terasa begitu dalam dan setulus ini tapi dalam sekejap hancur berkeping-keping. Aku mulai menanamkan dalam fikiranku untuk senantiasa berkhusnudhon kepada-Nya dan kepada dia. Mungkin dia memang belum siap karena pernikahan bukan sekedar cinta tetapi untuk ibadah dan perlu bekal, sedang dia belum memiliki ma'isyah dan masih banyak amanah dari orang tua, organisasi dan lain-lain. ku terus menata dan mengobati hati diiringi khusnudhon kepada-Nya... mungkin Allah akan memberikan jalan dan pilihan yang terbaik, kita manusia tak pernah tau kedepannya, yang terbaik menurut kita belum tentu baik pula menurut Allah dan begitu pun sebaliknya... kini aku ikhlas dan ku kembalikan semuanya hanya kepada Allah SWT apa pun jalan takdir kedepannya aku Ridho atas semua ketetapan-Nya karena bukankah kita telah melakukan suatu perjanjian yang selalu kita ikrarkan berulang-ulang dalam sehari semalam bahwa "Sesunggunya sholatku, Hidupku dan Matiku hanya untuk Allah SWT".
Kini... Aku mulai bangkit dari semua rasa ini, meski sesungguhnya masih selalu terasa tersayat ketika mendengar namanya disebut dan ku sedikit menyesalkan mengapa silaturrahim kita diputuskan begitu saja? bukankah kita mengenal dan dipertemukan dengan cara baik-baik? mengapa kita harus berpisah dengan cara yang tidak baik? tapi sesungguhnya aku tak akan marah dengan keputusanmu ini karena ku paham setiap manusia dalam menghadapi masalah dan cara menyelesaikannya berbeda-beda. mungkin ini caramu... tetapi sungguh aku tidak membencimu... bila keputusanmu aku harus pergi dari kehidupanmu bahkan hanya untuk bersilaturrahim pun kau tak memberi aku ruang... maka akan ku lakukan, akan ku hapus semua tentangmu... meski ku tau tak semudah membalikkan telapak tangan... tetapi akan tetap ku lakukan... terimakasih telah hadir dalam kehidupanku dan mewarnai hidupku sehingga menjadikanku lebih dewasa dan bijak dalam menyikapi hidup ini... Meski ku tak pernah tau alasanmu yang sebenarnya... tapi  ku do'akan itu memang pilihan yang terbaik dan semoga kelak engkau dipertemukan dengan akhwat sholehah untuk pendamping hidupmu yang paling Allah Ridhoi... Amin...

Salam Ukhuwah dari seorang sahabat... ^_^

Aku tak pernah menyesali semua deretan kejadian yang mewarnai perjalananku...
Biarlah semua jadi pelajaran... karena sesungguhnya setiap orang pernah melakukan kesalahan dan kebodohan... tetapi tinggal kedepannya bagaimana kita menyikapi semuanya...
Maafkan hamba Ya Allah... atas telah hamba dua kan cinta-Mu dengan cinta yang tak halal...
Aku merasa malu... tetapi ku yakin engkau maha penerima taubat, maka terimalah taubatku...
Aku Ingin kembali di jalan yang Engkau Ridhoi...
Bila hambamu mendekati-Mu  sejengkal maka Engkau akan mendekati hamba-hamba-Mu sedepa
Bila hambamu mendekati-mu sedepa maka Engkau akan mendekati hamba-hamba-Mu sehasta...
Astagfirullahal'adzim... Subhanallah Walhamdulillah Walaa ilahaa illallah Wallahu Akbar...
Betapa besar Cinta-Mu...
Kini ku pasrah tas semua ketetapan-Mu...
Bila jodoh itu tak kunjung hadir sampaiku lulus kuliah maka mudahkan jalanku untuk masuk ponpes tahfidz...
Tak pernah ku ragukan Cinta-Mu... ^_^

Rabu, 04 Mei 2011

Tetap Tersenyum Cerialah... ^_^

Hari yang cerah ceria... ^_^
Subhanallah pagi yang Indah...
kupandang betapa birunya langit,
betapa putihnya awan,
kuanalogikan bak semua tersenyum ceria padaku...
ketika kucek sms ternyata ada 2 pesan yang berawalan kata Terseyum... ^_^
sms pertama dari kakak angkatku: 
"Tersenyumlah! 
Disana ada dzat yang sangat menyayangimu, memperhatikanmu dan mengabulkan permintaanmu... Dia semakin mencintaimu ketika engkau sering meminta kepada-Nya... 
sungguh dia Maha berterimakasih dengan sedikit saja keta'atan yang engkau lakukan... 
Dia membalas kedurhakaan hambanya dengan limpahan ampunan... 
Orang yang bermaksiat pada-Nya... 
tidak Dia putus asakan dari rahmat-Nya... 
Jika engkau bertaubat... 
Dia akan menjadi kekasihmu... 
Jika engkau terus menerus dalam perbuatan dosa dan kemaksiatan... 
Dia akan menjadi dokter bagimu... 
Dia akan menimpakan berbagai 'Ujian' sebagai obat agar sembuh dari penyakitmu
(Uddatus Shabirin Dzakhiratua Syakirin_Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah)"
Selang bebrapa lama... ku buka sms yang kedua dari seorang teman Mts ku...
"Senyum adalah pesan kebahagian yang paling cepat sampai ke hati...
Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum...
Tetapi Tersenyumlah untuk menjemput kebahagiaan... "

Subhanallah 2 sms yang cukup mengingatkan untuk aku Tersenyum... ^_^
Terimakasih telah mengingatkan...
Semoga ku dapat Tetap Tersenyum Ceria dan Ikhlas...
meski seberata apa pun ku mendapatkan ujian kasih sayang dari-Nya... ^_^


Selama ada Allah dihati...
Tetap Tersenyum Cerialah... ^_^Mari Tetap Tersenyum Ceria.... ^_^

Selasa, 03 Mei 2011

Langit Senja Itu Masih Bisa Kembali Ceria... ^_^


Saat Ku pandang langit senja yang semakin memerah dan pekat
Saat Rona sendu melukis wajah
Saat tangis terasa tak terbendung
Dan sesungguhnya hati bak remuk disayat-sayat....

Aku terpaku dan terdiam membisu
membisu sunyi didermaga ini
Berdiri serasa begitu lemah
Gemetar semuanya bak hilang kekuatanku

Ku tertunduk Lesu..
Tangis membuncah dipipi
Semuanya terasa sirna
Semua terasa keliru

Ya Rabb Ampuni hamba
Ya Rabb Ampuni hamba
Hamba kembali dipangkuan-Mu
Maafkan Hamba yang telah menduakan cinta-Mu

Hamba yang telah keliru ini kembali kepada-Mu
Hamba yang dhoif ini sungguh membutuhkan-Mu
Hamba Ingin kembali mereguk Cinta-Mu
Karena dengan Cinta-Mu semua menjadi lebih baik
curhat gajebo :-p
Dan ku yakin langit senja itu masih bisa kembali ceria... ^_^


Semata-mata hanya karena-Mu...