betapa indah,nikmat sehat ituPagi tadi mentari begitu indah menyongsong bumi pertiwi, begitu cerah dan hangat membelai raga sehingga membangunkanku dari tidur pendek setelah sholat subuh. "Ya mumpung libur gumamku dalam hati".hehe
seketika aku terbangun dan masih dengan keadaan belum sadar aku berlari segera menuju suara tumpahan air yang ada ditower teras atas lantai rumahku, kulangkahkan kaki dengan segera tanpa kuhiraukan apa yang kulewati dan tanpa kusadari ternyata ada darah ditelapak kakiku. seketika kutengok darah itu semakin banyak dan segera kumencari air untuk mencucinya dan ku usapkan kayu putih dengan perlahan kebagian yang luka setelah itu ku balut dengan betadin dan perban meski ternyata masih tembus.Astaghfirullah ternyata tadi ku menginjak paku... Ibu hanya diam karena ya terlalu lembutnya ia takut kalau melihat darah meski ku perih tapi ku maklum ibu memang takut. ku coba langkahkan kaki dengan perlahan dan begitu perlahan. Tak beberapa lama Hp ku berdering ternyata dari teman kuliahku yang bertanya kapan mau berangkat ke kampus? Astaghfirullah, aku lupa hari ini ada acara kajian biologi dan Al-Qur'an dan terpaksa ku izin tak bisa hadir. kuhabiskan seharian di rumah, rasa tidak nyaman dengan kondisi kaki yang seperti ini... mau kemana-mana sakit, turun naik tangga pun susah. Astaghfirullah padahal baru seperti ini cobaan yang kau beri untuk hamba tapi begitu terasa berkurangnya nikmat-Mu. ketika mau wudhu terasa masih perih karena perbannya kena air dan ketika sholat puncaknya ku meneteskan air mata betapa tidak nyamannnya kondisi seperti ini. berdiri pun tak bisa tegak, ruku, sujud dan duduk antara dua sujud pun terasa sakit. dzuhur ashar yang kubaca hanya surat-surat pendek karena kaki ini masih terasa sakit untuk menahan berdiri dengan tegak. Ya Allah... betapa lemahnya hamba.... padahal hanya dengan cobaan yang kecil saja, ku tak bisa khusyuk dalam sholatku... tak bisa sempurna dalam segala gerakannya. Betapa nikmatnya ketika ku bisa khusyu dan sempurna ketika berhadapan dengan kekasih sejatiku. Ya Allah... ampuni hamba yang mungkin masih sering melalaikan nikmat-Mu... kembali ku teteskan air mata dan ku ucapkan BETAPA INDAH, NIKMAT SEHAT ITU... maka jaga dan manfaatkanlah. tubuh ini adalah titipan darinya maka jagalah dengan sebaik-baiknya kerena semua yang menjadi tititpan kelak kan dimintai pertanggung jawaban oleh pemiliknya yaitu Allah SWT. Ya Allah maafkan aku bila telah lalai menjaganya, tiada nikmat yang terkira ketika kita sehat dan dapat menjalankan ibadah semata-mata untuk mencari keridhon-Nya. BETAPA INDAH, NIKMAT SEHAT ITU... ^_^
seketika aku terbangun dan masih dengan keadaan belum sadar aku berlari segera menuju suara tumpahan air yang ada ditower teras atas lantai rumahku, kulangkahkan kaki dengan segera tanpa kuhiraukan apa yang kulewati dan tanpa kusadari ternyata ada darah ditelapak kakiku. seketika kutengok darah itu semakin banyak dan segera kumencari air untuk mencucinya dan ku usapkan kayu putih dengan perlahan kebagian yang luka setelah itu ku balut dengan betadin dan perban meski ternyata masih tembus.Astaghfirullah ternyata tadi ku menginjak paku... Ibu hanya diam karena ya terlalu lembutnya ia takut kalau melihat darah meski ku perih tapi ku maklum ibu memang takut. ku coba langkahkan kaki dengan perlahan dan begitu perlahan. Tak beberapa lama Hp ku berdering ternyata dari teman kuliahku yang bertanya kapan mau berangkat ke kampus? Astaghfirullah, aku lupa hari ini ada acara kajian biologi dan Al-Qur'an dan terpaksa ku izin tak bisa hadir. kuhabiskan seharian di rumah, rasa tidak nyaman dengan kondisi kaki yang seperti ini... mau kemana-mana sakit, turun naik tangga pun susah. Astaghfirullah padahal baru seperti ini cobaan yang kau beri untuk hamba tapi begitu terasa berkurangnya nikmat-Mu. ketika mau wudhu terasa masih perih karena perbannya kena air dan ketika sholat puncaknya ku meneteskan air mata betapa tidak nyamannnya kondisi seperti ini. berdiri pun tak bisa tegak, ruku, sujud dan duduk antara dua sujud pun terasa sakit. dzuhur ashar yang kubaca hanya surat-surat pendek karena kaki ini masih terasa sakit untuk menahan berdiri dengan tegak. Ya Allah... betapa lemahnya hamba.... padahal hanya dengan cobaan yang kecil saja, ku tak bisa khusyuk dalam sholatku... tak bisa sempurna dalam segala gerakannya. Betapa nikmatnya ketika ku bisa khusyu dan sempurna ketika berhadapan dengan kekasih sejatiku. Ya Allah... ampuni hamba yang mungkin masih sering melalaikan nikmat-Mu... kembali ku teteskan air mata dan ku ucapkan BETAPA INDAH, NIKMAT SEHAT ITU... maka jaga dan manfaatkanlah. tubuh ini adalah titipan darinya maka jagalah dengan sebaik-baiknya kerena semua yang menjadi tititpan kelak kan dimintai pertanggung jawaban oleh pemiliknya yaitu Allah SWT. Ya Allah maafkan aku bila telah lalai menjaganya, tiada nikmat yang terkira ketika kita sehat dan dapat menjalankan ibadah semata-mata untuk mencari keridhon-Nya. BETAPA INDAH, NIKMAT SEHAT ITU... ^_^
kunjungan nih...
BalasHapusnikmat yang mudah dilupakan manusia memang "sehat" dan "waktu luang"
yuk kita syukuri dengan senantiasa menjaganya
aku posting hal yang berhubungan dgn itu disini, kunjungi yak:
http://susie89-hebocow.blogspot.com/2011/05/sehat-merasa-sehat-atau-sok-sehat.html